Friday, February 15, 2013

Penggunaan Antibiotik Memprihatinkan


Selama 40 tahun terakhir, penggunaan antibiotik secara serampangan menjadi masalah di Indonesia. Perlu langkah tegas dan serius agar dampak resistensi antibiotik tidak semakin menyebar.

”Pemerintah perlu lebih tegas mengatur penggunaan dan peredaran antibiotik,” kata Ketua Departemen Mikrobiologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Anis Karuniawati dalam temu media jelang simposium Indonesia Antimicrobial Resistance Watch yang ke-8 di Jakarta, Kamis (14/2).
Meski termasuk obat keras, antibiotik dijual bebas tanpa resep dokter di apotek dan toko obat. Dokter sering kali memberikan antibiotik tanpa mengecek jenis kuman melalui uji laboratorium. Sebagian masyarakat biasa membeli dan mengonsumsi antibiotik untuk mengobati sendiri penyakit.

Menurut Anis, dokter berhak meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi. ”Pengecekan laboratorium biasanya baru dilakukan jika antibiotik tidak memberi dampak,” katanya.

Perhatian serupa perlu diberikan terhadap penggunaan antimikroba, obat pembunuh mikroba yang lebih luas dari antibiotik (zat yang dihasilkan mikroba untuk membasmi mikroba lain). Resistensi juga meningkatkan jumlah pasien di rumah sakit dan potensi pandemik mikroba yang resisten.

Monday, February 11, 2013

Gejala Diabetes Tipe Satu


Kenali gejala diabetes tipe satu, yang sebagian besar diderita anak-anak ini. Diabetes tipe satu tak lepas dari insulin. Makin tinggi gula di dalam darah, makin tinggi pula insulin yang akan diproduksi. Mengenali gejala diabetes tipe satu pada anak tak selalu mudah karena gejala-gejalanya sering salah dikira penyakit flu.
Anak dengan diabetes tipe 1 biasanya memiliki gejala awal:
- Sering berkemih
Hal ini terjadi karena ginjal ingin membersihkan kelebihan glukosa dalam sirkulasi darah. Anak jadi lebih sering buang air kecil dan dalam jumlah yang besar. Mengompol juga bisa menjadi gejala adanya diabetes, terutama jika sebelumnya anak tak pernah mengompol.

- Banyak minum
Karena banyak cairan yang dikeluarkan, anak menjadi gampang haus.

Thursday, January 31, 2013

Perlukah UU Khusus Jamu?


Gabungan Perusahaan Jamu (GP Jamu) mengusulkan kepada pemerintah untuk membuat Undang-undang khusus jamu. Menurut  Ketua GP Jamu Charles Sierang, jamu perlu dibedakan dengan obat-obatan yang telah diatur dalam undang-undang tentang farmasi.
Menurutnya, jamu merupakan produk khas dari Indonesia yang mencampurkan bahan-bahan alami sehingga berkhasiat untuk kesehatan, sedangkan obat kebanyakan terbuat dari bahan-bahan kimia sintetis. Penyalahgunaan jamu dengan bahan kimia obat (BKO) kini kian marak, terbukti dari masih banyak ditemukannya jamu BKO di pasaran dari survei yang telah dilakukan Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI). Bahkan jamu gendong pun, khususnya di Jakarta, sudah banyak diganti dengan jamu berbahan kimia obat.
Dengan mengganti jamu alami dengan jamu BKO, rakyat kecil lah yang sengsara. Ingin sehat dengan minum jamu, malah sakit yang didapat," ujarnya.
Ia menilai pemerintah kurang memperhatikan peredaran jamu BKO dan kurang mendukung industri lokal yang memproduksi jamu alami. "Industri lokal diawasi ketat dengan berbagai persyaratan rumit, sedangkan jamu impor dengan BKO mudah saja masuk ke Indonesia. Ini mematikan industri jamu lokal," tegasnya.

Monday, January 28, 2013

Supaya Hamil, Berapa Kali Harus Bercinta


Bagi pasangan yang sedang berusaha untuk memiliki momongan, frekuensi berhubungan seks memang penting. Ada pendapat yang menyebutkan, makin sering bercinta, makin besar pula peluangnya untuk hamil.
Selain frekuensi, banyak juga pasangan yang melakukan perhitungan matematika untuk mengalkulasi kapan terjadinya ovulasi sehingga peluang kehamilan semakin besar.
Secara teori hal itu masuk akal. Kehamilan bisa terjadi jika sperma bertemu dengan ovum. Sayangnya, tidak setiap hari wanita berovulasi. Penelitian terbaru menunjukkan peluang sel sperma untuk membuahi sel telur memang sangat kecil. Masa subur seorang wanita (keluarnya sel telur dari indung telur) hanya berkisar 4-5 hari.
Itu sebabnya hubungan seks harus dilakukan sehari sebelum atau hari pertama masa subur. Karena itu, banyak pasangan yang memilih untuk bercinta lebih sering selama masa subur tersebut.